Jual:   Sepeda lipat Oyama DazzlePro M900 Upgrade DiscBrake + Alivio

Spec:

ban: 20 inch
handlebar: zoom
Shifter: Alivio
RD Alivio: 8speed
Discbrake

Rp.  3.450.000

hub

YM:   wierki_14
Telp/sms:

021 – 98 666 466
021 -3700 0073

read more

Mungkin tidak banyak teman pesepeda yang setuju dengan saya, namun memang inilah yang terjadi dan saya rasakan…

banyak sekali keluh kesah dan sumpah serapah teman-teman diatas saya lihat dan dengar di milist, komen FB, dan forum sepeda.  teman pesepeda banyak yang emosi dan kesal dengan Bajaj, penyebabnya adalah karena:
1. Asap tebal yang dikeluarkannya, dan
2. Kurangnya kelengkapan lampu pada kendaraan tersebut, serta
3. Pengemudi bajaj yang kadang (beberapa walau tidaksemua) seruntulan

Namun kadang yang saya sedihkan adalah tidak banyak saya dengar ungkapan terimakasih, rasa syukur atau lainnya Jika mereka dan sepeda nya pernah sangat tertolong oleh BAJAJ ini.

pernahkah kejadian seperti dibawah ini terjadi:
1. Pecah ban, Bocor ban TAPI TIDAK BAWA ban dalam
2. Rantai putus atau lepas TAPI TIDAK BAWA toolkit,
3. ditabrak kendaraan lain hingga ban tidak bisa berputar (Rim Penyok),
4. RD patah TAPI tidak punya RD Cadangan.

pernahkah teman-teman mengalami nya?

Mungkin bagi sebagian teman yang membawa sepeda lipat dapat dengan mudah mengevakuasinya dengan taxi atau kendaraan lain, namun bagi teman yang membawa MTB, tidak semua taxi mau mengangkut sepeda kedalam nya…

apakah mungkin sepanjang perjalanan kita tuntun Sepeda kita?? kalau dekat itu memungkinkan, namun kalau lumayan jauh????

Kenapa memilih bajaj??
1. Kendaraan ini dapat dan mau mengangkut apa saja yang bisa dan mau di bawa penumpangnya.,
2. Pengemudinya tidak takut kendaraannya rusak/lecet karena barang bawaan penumpang,
3. Pengemudi bajaj lebih kreatif dibandingkan pengemudi kendaraan lainnya.  Perlu bukti?? ketika sepeda tidak dapat di gowes dan sebagai penumpang bingung mau di apakan sepedanya? apa dilepas ban atau bagaimana?? karena bagi yang tidak Quick release , untuk melepas ban harus menggunakan toolkit/kunci pas… bagaimana jika tidak bawa?? pasti tidak dapat dilepas bukan??
nahhhh dengan bajaj, penumpangnya hanya disuruh duduk manis dan beliau yang akan improvisasi mengurus barang bawaan penumpang..

kalau mau direnungi, Teman semua pasti setuju jika Tuhan menciptakan sesuatu ada baik dan buruknya… juga termasuk bajaj ini. Bajaj bisa dianggap buruk karena beberapa alasan yang sudah saya sebutkan diatas, namun disisi lain juga bisa amat sangat membantu kita.

Jadi, intinya saya mengajak teman-teman untuk tidak terlalu menjadi antipati pada kendaraan lain secara berlebihan, karena suatu saat kita akan membutuhkannya….

salam,

-aawan-
SAFETY First, then Ride

read more

Pertama-tama, mari kita katakan saja: ini adalah sadel sepeda yang tampak paling aneh sepanjang masa. Bebas untuk tidak setuju, tapi ayo, lihat saja benda itu – itu seperti ikan layang atau ikan manta, seperti daun, atau bahkan mungkin tulang rusuk. Tidak Seperti kebanyakan sadel sepeda, ini terlihat lucu.

.

Sadel sepeda tradisional terlihat kaku, ini mempunya fitur serangkaian elemen yang miring dari sisi ke sisi sepanjang poros pusat, yang memungkinkan mereka untuk bergerak ke atas dan ke bawah dengan kaki Anda. Ide dibalik desain ini adalah bahwa ia akan menjaga tekanan perineum dari pengendara itu, khususnya arteri pudenda, prostat dan saraf terkait. Hal ini juga mengaku menyediakan tiga sampai empat kali area dukungan dari sadel konvensional, sehingga mendistribusikan berat badan Anda lebih merata dan mengurangi tekanan titik puncak. Sebagai manfaat sisi bagus, ia menawarkan butt ventilasi yang lebih baik juga.

.

Sungguh menarik untuk dicatat bahwa Manta (nama sadel ini)  tidak memiliki tulang belakang yang  sedikit terangkat berjalan di tengah, yang tampaknya bertentangan dengan sadel tradisional dengan  sebuah daerah cut-out yang (seharusnya) menghindari selangkangan pengendara dari menekan sadel. Tapi disisi pembuatnya, ini adalah sesuatu yang mereka telah perhitungkan.

.

bagi anda yang ingin mencoba nya dapat membeli sadel ini seharga US $ 112,80 atau sekitar Rp. 1.112.000.  Hmm…. harga yang masuk akal untuk sadel yang eksentrik ini???

.

menurut anda??

.

sumber: mantasaddle.biz

read more

Sekali Lagi, Kereta Angin!

On March 11th, 2010, posted in: sepeda by aawan

Tags: , , ,

Banyak orang tahu bahwa bersepeda memberi banyak manfaat. Pertama, untuk jenis sepeda umum, artinya tidak berkelas, harga sepeda jauh lebih murah daripada harga kendaraan bermotor, ambil contoh sepeda motor. Kalau harga sepeda motor on the road rata-rata Rp 15 juta, uang Rp 1 juta sudah dapat model sepeda yang lumayan. Berarti kita bisa menghemat Rp 14 juta.

Sepeda tidak memerlukan tetek bengek surat-surat penting, seperti faktur, BPKB, STNK, SIM, dan biaya administrasi yang besar. Ketika membeli sepeda, kita cukup datang ke toko sepeda, pilih merek, model, dan warna yang disukai. Bila cocok, langsung bayar dan saat itu juga on the road, bisa langsung ngageuleuyeung.

Kedua, bersepeda berarti cinta kesehatan diri dan lingkungan. Bersepeda sama halnya dengan joging. Kaki menggenjot pedal sepeda sama halnya dengan berjalan. Maka, jantung akan semakin bekerja keras dan peredaran darah kita diperlancar. Metabolisme tubuh pun berlangsung dengan baik untuk membuang toksin-toksin dari tubuh dan membuangnya lewat keringat, urine dan feses. Otot-otot kaki diperkuat, pernapasan diperlancar, dan paru-paru dibersihkan.

Bersepeda juga berarti kita ikut membersihkan dunia dari polusi udara dan menekan efek rumah kaca dari gas-gas buangan (CO2) hasil pembakaran bensin dalam mesin dan gesekan ban terhadap aspal. Menurut penelitian, pada kecepatan di atas 8 kilometer per jam, gesekan ban terhadap aspal menghasilkan polutan.

Gas-gas tersebut dapat mengganggu pernapasan dan memengaruhi kondisi lingkungan yang dapat membantu pola-pola mutasi aneka jenis mikroorganisme. Dengan ikut membersihkan dunia, berarti kita ikut menciptakan lingkungan yang sehat untuk semua makhluk hidup. Dengan demikian, berarti kita ikut serta membangun kesehatan masyarakat.

Selain itu, dengan bersepeda, dalam kaitannya dengan masalah kesehatan, berarti kita mengurangi polusi tanah dan air sebagai akibat pembuangan limbah oli, ban, dan onderdil bekas yang dapat mencemari tanah. Kita juga mengurangi polusi suara. Bandingkan dengan sepeda, berapa ratus pun sepeda di jalanan tidak akan menimbulkan polusi suara seperti sebuah sepeda motor.

Hemat BBM

Ketiga, dari segi ekonomi. Penggunaan moda transportasi sepeda akan menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Dengan mengurangi penggunaan BBM, baik pemerintah maupun masyarakat diuntungkan dalam bentuk penghematan pengeluaran biaya. Sebagai ilustrasi, ambil contoh sepeda motor, konsumsi BBM sepeda motor per minggu rata-rata 5 liter. Berarti diperlukan Rp 22.500 per minggu atau Rp 90.000 per bulan. Dengan bersepeda, kita dapat menabung Rp 90.000-Rp 100.000 dari penghematan BBM. Jadi, bersepeda berarti juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagi pemerintah, keuntungan masyarakat berkendara sepeda adalah penghematan dana triliunan rupiah dari biaya impor BBM dan biaya produksi Pertamina untuk mengolah minyak mentah menjadi BBM. Jadi, dengan penghematan ini pemerintah pun memiliki cadangan devisa yang sangat besar atau persediaan dana bantuan untuk memperlancar pembangunan.

Keempat, jika masyarakat bersepeda, pemerintah akan banyak menghemat dana untuk pembangunan jalan raya dan perawatan jalan. Sebab, moda transportasi sepeda tidak membutuhkan jalan yang lebar dan roda-rodanya tidak akan mengakibatkan jalan penuh kubangan. Bandingkan dengan mobil, misalnya.

Kelima, dari segi sosial budaya. Bersepeda membentuk pola hidup sederhana dan karakter pekerja keras. Sederhana karena modanya memang dapat dibeli dengan harga murah. Karena murah, tidak akan terjadi pamer kekayaan. Dengan menggenjot pedal sepeda setiap hari, berarti kita masuk dalam sikap kerja keras.

Keenam, moda transportasi sepeda juga akan menekan tingkat kecelakaan dan beratnya dampak kecelakaan. Katakanlah, ketika bersepeda terjadi tabrakan, dapat dipastikan tingkat risiko pengendaranya kecil, paling lecet-lecet di lutut dan tangan. Berat- beratnya, tijalikeuh.

Kurang dilirik

Melihat berbagai manfaat bersepeda, semestinya masyarakat menjadikan sepeda sebagai pilihan bertransportasi. Akan tetapi, mengapa hal itu tidak terjadi? Bahkan kendaraan bermotor jauh lebih disukai.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, penjualan motor pada semester I-2008 mencapai 3.055.327 unit atau 65 persen dari penjualan motor tahun 2007. Penjualan sampai akhir 2008 melampaui penjualan tahun 2007.

Dari penjualan sepeda motor semester I-2008 tersebut, Honda masih mendominasi dengan penjualan 1.405.669 unit atau 46 persen. Penjualan motor Yamaha sebanyak 1.203.851 unit, Suzuki 405.339 unit, Kawasaki 17.180 unit, dan lainnya 22.688 unit.

Penjualan mobil baru di Indonesia berkembang menjadi 47 persen atau 51.639 unit mengacu pada data penjualan mobil bulan April 2008.

Ada dua alasan yang ditengarai membuat masyarakat lebih menyukai kendaraan bermotor. Pertama, alasan keselamatan. Kalau kita perhatikan, perilaku pengguna jalan yang saling serobot dan mengancam keselamatan jiwa orang lain merupakan pemandangan sehari- hari. Hal itu terutama dilakukan oleh pengemudi kendaraan umum yang mengejar setoran dan pengendara sepeda motor. Akibatnya, keselamatan jiwa pengguna jalan sangat terancam. Akhirnya, mereka enggan bertransportasi dengan sepeda.

Alasan kedua adalah kenikmatan, kecepatan, dan prestise, yang dirasakan dengan kendaraan bermotor. Maka, jika kita mencintai alam, makhluk hidup, dan masa depan kehidupan ini, berkereta angin dalam aktivitas sehari-hari harus menjadi pilihan penting setiap anggota masyarakat dan menjadi gerakan bersama. Tentu ada sejumlah prasyarat yang harus dipenuhi.

Pertama, memberikan insentif berupa jaminan keselamatan penuh dari instansi dan pihak-pihak terkait yang berurusan dengan ketertiban pengguna jalan, misalnya dinas lalu lintas dan angkutan jalan serta polisi lalu lintas.

Kedua, para inohong mau menjadikan diri mereka sebagai contoh dan panutan masyarakat. Masyarakat kita dikenal sebagai masyarakat prismatis, selalu tergantung pada panutannya.

Bagaimanapun, untuk meraih manfaat bersepeda itu, bersepeda harus dijadikan kebiasaan masyarakat. Maka, untuk mewujudkannya, bagaimana kalau sehari dalam seminggu warga masyarakat diimbau untuk bersepeda, sepenting dalam seminggu, yaitu Kamis dan Jumat, memakai baju batik?

Berarti perlu dukungan spirit dari pemerintah, khususnya di Tatar Sunda, demi memulihkan kondisi alam kita yang kakoncara kasuburan sareng kaendahannana, gemah ripah loh jinawi, rahayatna hirup tata tengtrem, repeh rapih, kerta raharja. Hayu, atuh! Y SUPARSA A Guru, Tinggal di Cirebon (kompas.com)

read more

Kelap-kelips  adalah salah satu kampanye bersepeda pada malam hari (setelah jam kerja) bersama teman-teman pada jumat ke-3 tiap bulannya. Yang pertama telah di selenggarakan pada 22 Jan 2010.

Jumat malam lalu (19 Feb), hujan mengguyur sebagian kota Jakarta dari sore hingga malam. Hal ini sedikit menjadi kendala, mengingat tidak semua teman-teman pesepeda membawa jas hujan atau siap berhujan-hujanan. Dari beberapa milis dan status facebook tidak sedikit yang mengurungkan niat untuk gowes bersama dikarenakan masih hujan di beberapa lokasi teman-teman berkegiatan.  Namun, syukurlah menjelang malam, di seputar titik kumpul pemberangkatan (Put-Put golf Senayan) dan titik singgah (Bundaran HI), hingga pos terakhir (Taman Ismail Marzuki) cuaca kembali bersahabat menjadi gerimis ringan hingga cerah.

Terlihat beberapa teman bersepeda dengan kondisi basah kehujanan. ini membuktikan bahwa semangat teman-teman tidak mudah dilunturkan oleh tetes hujan dari langit. Hujan air adalah anugrah. Sama sekali tak terlihat lelah di wajah teman-teman pesepeda, yang terlihat hanyalah senyum yang sumringah dalam tiap gowesnya walaupun peluh dan sedikit hujan membasahi wajah mereka.

Kampanye bersepeda malam itu adalah untuk mengajak teman-teman yang lain yang belum bersepeda untuk bergabung. Selain itu  juga mengkampanyekan pentingnya menggunakan lampu sepeda  pada malam hari agar tetap terlihat oleh pengguna jalan lainnya dan mencegah terjadinya kecelakaan di jalan.

Untuk kampanye bersepeda berikutnya, di mohon kehadiran teman-teman pada 19 Maret 2010
Tiada kesan Tanpa kehadiranmu :D

sumber foto: Om nuge, Om Widi

read more
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes