Jalur sepeda sudah mendesak di Ibu Kota, tetapi yang memulai justru Kota Bekasi

JALUR sepeda sudah merupakan kebutuhan bagi ribuan komunitas Bike to Work (BTW) Jakarta dan Bekasi. Namun, Pemerintah Provinsi DKI belum memasukkan ke perencanaan segera karena konsentrasi pada jalur khusus sepeda motor.

Wahyu Diartito dari Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Informasi Komunitas BTW menilai jalur sepeda sudah harus direspons pemerintah.
“Pemerintah harus segera merealisasikan fasilitas publik tersebut. Bagi kami, ini sudah sangat mendesak,” ujarnya, kemarin.

Sejatinya, ada tiga kelas jalur sepeda. Kelas A merupakan jalur khusus sepeda. Kelas B sepeda bercampur dengan jalur pejalan kaki. Adapun kelas C tempat jalur sepeda bersinggungan dengan kendaraan bermotor. Menurut Wahyu, para pengendara sepeda yang tergabung dalam komunitas BTW menginginkan kelas ideal yakni kelas A. Pasalnya, pada kelas A, pengendara sepeda tidak bersinggungan dengan ruang publik lainnya.

“Di Jakarta dimungkinkan dibuat jalur kelas A, tapi bergantung pada pemerintah daerah apakah mau atau tidak membuat jalur tersebut,” terangnya.

Wahyu menyebutkan sejumlah ruas jalan yang mendesak untuk dibuatkan jalur khusus sepeda (lihat grafis). Jalur tersebut telah dimasukkan ke Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta 2010-2030. “Ketika rancangan awal dibuat kami telah meminta untuk dimasukkan jalur khusus sepeda itu,” pungkas Wahyu.

Sebelumnya, Gubernur DKI Fauzi Bowo memandang belum perlu jalur khusus sepeda di Ibu Kota karena pertimbangan sulitnya pengadaan lahan di tengah kota. Kecuali pengguna bisa mencapai 1 juta orang, mantan Kepala Dinas Pariwisata DKI itu berjanji akan mengubah sikapnya.

Foke, panggilan Fauzi Bowo, merencanakan apabila jumlah komunitas sepeda memadai, ia akan mengusulkan tempat parkir sepeda di setiap halte busway. Karena itu, ia mendorong supaya komunitas BTW terus meningkatkan aktivitas dan anggotanya.

Meski pengguna sepeda di Jakarta terus meningkat, jumlahnya sampai kini masih sekitar 4.000 orang. Jika persyaratannya harus 1 juta pengguna, pembangunan jalur sepeda membutuhkan waktu yang masih lama.
Sepeda motor Saat ini Pemprov DKI konsentrasi membuatkan delapan jalur khusus sepeda motor. “Program itu sudah disosiali sasikan kepada pengguna sepeda motor,” ungkap Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Riza Hasyim, kemarin.

Delapan ruas jalan yang dipersiapk a n yakni Jl Sudirm a n , Jl MH Thamrin, Jl Medan Merdeka Barat, Jl Suprapto, Jl Gatot Subroto, Jl DI Panjaitan, Jl Pemuda, dan Jl Pramuka. Soal jalur khusus sepeda, Pemkot Bekasi berbeda dengan Pemprov DKI. Di perbatasan Jakarta tersebut, jalur sepeda dipandang sangat mendesak Bahkan, mulai Maret 2010 dibangun jalur khusus sepeda dari Bekasi menuju Jakarta.

Untuk tahap awal, jalur khusus sepeda selebar 1 meter dibangun di sisi selatan Kalimalang, tepatnya depan Metropolitan Mall hingga Pasar Sumber Artha, pada dua arah.
Jalur itu tidak menggunakan badan Jalan Kalimalang Raya. “Jalur sepeda di wilayah Bekasi dibiayai Pemkot Bekasi, sedangkan jalur penghubung yang dimulai dari Pasar Sumber Artha hingga Jakarta menjadi kewenangan pihak Pemkot Jakarta Timur,” kata Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad. (Ssr/GG/J-1) Sumber: bunga@ mediaindonesia.com

One Response to “Jalur sepeda sudah mendesak di Ibu Kota, tetapi yang memulai justru Kota Bekasi”

  • Rini Handayani says:

    setuju om.. saya warga bekasi tapi sekarang lagi di bandung jadi lebih sering berhilir mudik dengan kereta angin ya di bandung ini.. bagaimana kabar pengendara2 kereta angin disana ? kapan2 klo pulang,, saya mau gabing om..

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes