kecelakaan terjadi karena tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman

Dear All,

Hanya sekedar ingin berbagi cerita dan mengingatkan perihal keselamatan di jalan. Semoga manfaat…

Semalam pulang dari kantor di Kuningan menuju Pramuka, di Jln Diponegoro sebelum perempatan Jln Surabaya sekitar jam 20.30, terlihat ada bis kota dengan kepala menghadap arah Menteng berhenti di jalur jalan arah Salemba, dengan sedikit keramaian disekitarnya. Setelah dekat, baru terlihat ada sepeda motor dibawah/kolong bis. Pecahan kaca berhamburan di kedua jalur jalan. Saya gak bisa membayangkan pengemudi motor itu seperti apa, gak juga bertanya pada orang2 yang ada disitu…

Menurut cerita, kecelakaan terjadi sekitar 15 menit sebelumnya. Bus itu ngebut melewati perempatan lalu menabrak mobil kemudian oleng ke kanan, melintasi taman pemisah jalur, dan selanjutnya menghantam motor yang ada di jalur yang berlawanan…

Kita suka melepaskan soal kecelakaan kepada nasib atau takdir. Tapi kata orang Safety, kecelakaan terjadi karena tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman… Walau pun kondisi bersepeda kita masih belum aman benar, tindakan bersepeda kita harus se-aman mungkin.

Yang membuat tambah miris adalah, kemudian terlihat seseorang menggotong roadbike merah dengan fork terpisah dari frame. Saya tanya mana orangnya? Ternyata pengemudi sepeda itu sedang duduk di trotoar dengan kening luka robek menganga panjang sekitar 5 cm-an, dan luka di beberapa tempat lainnya, seorang Bapak2 umur 40-an yang dari nomor telepon yang dia berikan (ketika saya coba menawarkan untuk menghubungi keluarganya) adalah warga Komplek AL Armada Barat, Salemba. Tak lama kemudian dia dibawa ke RSCM…

Selanjutnya,sambil mengayuh sepeda melanjutkan perjalanan, saya mengevaluasi kembali perilaku bersepeda saya di jalan selama ini… Terpikir lagi, sepeda saya gak pakai lampu, reflektor pun tidak, saya merasa cukup mengandalkan lampu yang ada di helmet sebagai tanda keberadaan saya bagi pengemudi lain.. Terlintas lagi suka rebutan jalan dengan motor, padahal bila terjadi senggolan atau tabrakan, gak ada teorinya motor akan terpelanting oleh sepeda. Dilihat dari momentum yang dihasilkan (fungsi dari berat dan kecepatan), posisi titik berat tubuh dan kendaraan, sepeda pasti kalah. Apalagi berhadapan dengan bajaj, metromini, bis kota… Terbayang lagi saat melintas flyover Kuningan/66, dari lajur kiri pindah ke kanan menuju menteng, nyelip2 diantara kendaraan berkecepatan tinggi yang akan berputar ke Latuharhari. Tanpa kaca spion sehingga saat lihat ke belakang kadang sepeda oleng… Yang paling parah adalah, perasaan atau emosi ingin menang, ingin dihargai sebagai pesepeda, ingin diberi jalan, ingin orang lain mengalah, yang tanpa disadari justru menantang kedatangan bahaya bagi diri sendiri…

Kita suka melepaskan soal kecelakaan kepada nasib atau takdir. Tapi kata orang Safety, kecelakaan terjadi karena tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman… Walau pun kondisi bersepeda kita masih belum aman benar, tindakan bersepeda kita harus se-aman mungkin.

Semoga kita semua dijauhkan dari kesulitan dan musibah. Amin…

Wass, Feby

No Responses to “kecelakaan terjadi karena tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman”

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes