Masih ada orang baik di Jakarta

Minggu, 31 Agustus 2008 merupakan hari bebas kendaraan bermotor (car-free day) yang belum sepenuhnya carfree di kawasan Thamrin dan Sudirman. PAgi itu sekitar 07:20 kami mluncur ke monas. tiba di monas, WOW…!!! halaman sekeliling monas ternyata sepi, karena orang2 memilih berjalan dan berolah raga di sepanjang thamrin dan sudirman.  sementara keadaan cuaca saat itu mendung berawaan sangat mendukung sekali untuk berolahraga demi menitikkan setetes keringat.

Di setiap sudut terlihat Polisi berjaga2 untuk mengalihkan kendaraan agar tidak masuk ke jalur cepat. warga Jakarta seakan di manjakan pada hari itu untuk dapat berolah raga ditengah jalan,–seperti jalan kaki, jogging, sepak bola, badminton dan bersepeda, semua saling bertoleransi demi bumi dalam menggunaka jalan yang kosong ini.

setelah puas menyusuri monas, thamrin, HI, Sudirman, senayan PP dengan tidak lupa membuat mendokumentasi sepanjang perjalanan, kami beranjak untuk  bergerak ke cipinang   muara dengan tujuan toko+brngkel sepeda A**n . Tiba di bengkel tersebut, langit mulai meneteskan airnya ke bumi ini.  Alhamdulillah kami tidak basah kehujanan (karna sudah didalam bengkel Acin sambil menunggu dominat putih dengan velk putih alexrim dirakit, saya sempatkan diri untuk makan siang (karna jam sudah menunjukkan 12:21.

KEjadiannya berawal ketika kami memutuskan pulang menggunakan taksi. didepan komplek Cipinang elok 2, dominate putih baru itu segera dilepas kedua kaki-kakinya (baca:ban) dan dimasukkan ke kursi belakang taksi sementara seli masuk ke bagasi beserta ban tersebut. taksi blubird berhenti sejenak di seberang Beacukai untuk menurunkan si dominate putih dan kemudian meluncur kembali ke cempaka putih.

sampai dicempaka putih saya turun beserta seli lokal ini. dan tidak lama bokap tanya mana foto2 di HI tadi?? segera tangan merogoh kantong yang penuh dengan isi a.l: sarung tangan, arm warmer dan dompet. tapi DIMANA HP ?????!!!! segera berkeliling rumah untuk mencari HP yang ketika di telpun  terdengar nada sambung namun tak diangkat..

untuk sementara dapat disimpulkan bahwa hp tertinggal entah dimana, dan kemungkinan besar jatuh di dalam taksi. segera sy telp call center blubird untuk menanyakan periahal HP dan katanya akan di broadcast ke smua taksi blubird.

Dengan kejadian ini, diri ini sudah bisa SETENGAH IKHLAS, karena belum sampai ilmu sy untuk dapat bisa Ikhlas dengan  sepenuh hati. spanjang sore sy telp nomor hp sy hingga tidak terdengar nada sambung karna low bat. detik demi detik, menit berganti menit dan jam terus bergulir hingga tepat pukul 22:10 terdengar suara salam dari luar pintu “assalamu’alaikum……”, dan wa’alaikum salam jawabku. ternyata bapak pengemudi taksi blubird dengan nomor pintu EB 1765 kalau tidak salah datang untuk mengembalikan HP saya.

Rasa syukur dan takjub yang dapat saya rasakan, serta sangat terharu diri ini melihat kejujuran bapak pengemudi taksi itu datang mengembalikan HP penumpang yang tertinggal.

SUBHANALLAH…. ternyata masih ada orang baik di Jakarta.

Ya Allah lancarkan setiap usaha pengemudi taksi tersebut… dan berikanlah dia kemudahan dalam hidupnya… Amien….

Post a Comment or Leave a Trackback

One Comment

  1. 2 September 2008 at 11:56 pm | Permalink

    Sebenernya gw agak2 skeptis soal pamrih di jakarta wir. Btw lu ngasih apa tu ke sopir :D

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*