miris mendengar dan melihat melalui siaran televisi ketika berita meninggalnya 21 orang yang berebut mendapatkan zakat dari seorang pengusaha di Pasuruan. dari sebagian besar peenerima zakat adalah Ibu-ibu dan nenek-nenek. mereka terinjak-injak karena begitu banyaknya orang mengantri dan mendorong-dorong dari belakang sehingga ada yang terinjak-injak hingga tewas.
APAKAH PERLU DICARI SIAPA YANG SALAH??
siapa yang salah??? apakah pemberi Zakat?? Penerima Zakat? Pemerintah? atau kita semua ????
apakah pemberi zakat patut disalahkan? memberikan zakat adalah salah satu cara seorang umat mensyukuri ataas apa yang telah dia terima. Berbagi dengan sesama merupakan hal yang mulia. Tetapi jika melibatkan banyak orang, baiknya panitia merencanakan dengan cermat. Dari yang terlihat di TV, perbandingan antara panitia dan penerima Zakat tidaklah seimbang. sangat sedikit panitia yang dilibatkan dalam pembagian itu, bahkan keamanan dari kepolisian dan tim kesehatan tidak dilibatkan oleh panitia untuk antisipasi.
Apakah penerima zakat yang salah? para pengantri tampak saling dorong, mereka berebut untuk mendapatkan sejumlah uang. kenapa hal ini bisa terjadi? mungkin ini terjadi karena mereka benar-benar miskin, lapar, dan benar-benar memerlukannya. kemiskinan dapat membuat orang tertekan dan bisa menyebabkan hilang kesabaran.
PEmerintah yang salah??? bisa saja. karena selama ini citra/image yang terbentuk dimasyarakat adalah penyelewengan. kepercayaan masyarakat semakin menipis terhadap badan-badan penyalur zakat. masyarakat khawatir dana mereka akan diselewengkan jika melalui badan-badan penyalur tersebut. Pencitraan ini yang membuat masyarakat merasa lebih aman dan nyaman untuk menyalurkan amal, zakat, dan infaknya secara langsung.
Oleh karena itu sangatlah tidak bijak untuk mencari siapa yang salah dalam hal ini. Sangatlah mudah untuk mencari-cari kesalahan. SEMUA BISA SALAH!!!, dan hal ini terjadi karena salah kita, karena KITA KURANG PEKA.

